Cara Investasi Saham Online

Cara Investasi Saham Online

Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan kemudahan pada banyak hal, tak terkecuali dalam dunia investasi. Saat ini, investasi saham dapat dilakukan secara online, mulai dari pendaftaran sampai aktivitas investasinya pun bisa dilakukan menggunakan laptop atau handphone.

Investasi saham online juga semakin diminati lantaran perusahaan sekuritas berlomba-lomba dalam memberikan pelayanannya. Misalnya, untuk berinvestasi saham Anda hanya perlu menyiapkan modal Rp100 ribu saja. Jadi, saat ini hampir semua orang bisa berinvestasi saham.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk Anda yang ingin berinvestasi saham secara online.

enter image description here

Kunjungi atau Download Aplikasi Investasi Saham Online

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari perusahaan sekuritas sebagai tempat Anda berinvestasi nantinya. Kunjungi satu per satu situs perusahaan sekuritas untuk mengetahui keunggulan apa saja yang mereka tawarkan.

Ada cukup banyak perusahaan sekuritas di Indonesia seperti IndoPremier, BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan lain sebagainya. Kebanyakan dari perusahaan sekuritas sudah memiliki aplikasi di Android maupun iPhone untuk mendaftar dan bertransaksi saham.

Bingung memilih sekuritas mana yang terbaik? Berikut tips sederhana yang bisa Anda terapkan dalam memilih perusahaan sekuritas.

  • Perhatikan trade record perusahaan sekuritas. Cari yang sudah berpengalaman dan pastikan sudah mendapat izin resmi.
  • Cari tahu market capitalization perusahaan yang bersangkutan, semakin besar kapitalisasi marketnya semakin baik.
  • Cari tahu berapa besaran fee transaction yang dikenakan untuk membeli dan menjual saham.
  • Jika Anda mendaftar di perusahaan sekuritas yang merupakan anak perusahaan sebuah bank yang Anda miliki rekeningnya, biasanya akan lebih cepat prosesnya.
  • Baca review dari pengguna mengenai pelayanan dan fitur aplikasi yang mereka siapkan. Carilah sekuritas yang customer servicenya suportif sehingga Anda bisa segera mendapatkan jawaban bila ada masalah.
  • Pelajari reputasi perusahaan sekuritas yang bersangkutan. Anda bisa melihatnya dari pemberitaan di media massa.

Membuka Rekening Dana Nasabah Secara Online

Rekening Dana Nasabah atau yang biasa disingkat RDN adalah rekening khusus yang dipakai untuk bertransaksi saham. Untuk memiliki rekening dana nasabah, kita harus melakukan pendaftaran di perusahaan sekuritas atau broker yang berperan sebagai perantara antara investor dengan Bursa Efek Indonesia.

Anda akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran pembukaan rekening dana nasabah dan melengkapi sejumlah dokumen. Ada beberapa sekuritas yang masih mengharuskan calon investor mengirim dokumen fisik seperti fotocopy KTP, NPWP, dan buku tabungan ke kantor perusahaan sekuritas.

Namun, jika Anda mendaftar via aplikasi mobile, dokumen ini biasanya tidak diperlukan karena bisa dikirim langsung dengan men-scan dokumen tersebut. Apa yang Anda dapatkan setelah sukses mendaftar rekening dana nasabah?

Pertama adalah informasi login ke aplikasi sekuritas yang bersangkutan. Kedua, yakni Single Investor Identification (SID) yang dikeluarkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).. SID berfungsi seperti KTP di pasar modal. Ketiga adalah nomor rekening dana nasabah (RDN)

Mulai Deposit Dana di RDN

Proses pendaftaran rekening dana nasabah biasanya memakan waktu beberapa hari. Jika Anda melakukan pendaftaran dengan mengirim dokumen ke kantor perusahaan sekuritas, bisa jadi prosesnya lebih lama lagi.

Setelah RDN disetujui, langkah selanjutnya adalah melakukan top up ke rekening RDN. Anda dapat login ke situs sekuritas atau mendownload aplikasinya di handphone kemudian cari nomor rekening dana nasabah Anda di bagian profile.

Pada dasarnya, top up ini sama saja seperti kita mengirim uang ke sebuah rekening. Minimal top up RDN masing-masing berbeda, mulai dari Rp100 ribu, Rp1 juta hingga Rp5 juta.

Pastikan Anda segera mentransfer dana ke RDN setelah proses pendaftaran selesai. Ini karena, perusahaan sekuritas bisa memblokir akun RDN Anda jika tidak ada transaksi selama 30 hari sejak pendaftaran disetujui.

Mulai Membeli Saham Pertama

Jika sudah mengirim dana ke RDN, Anda sudah bisa langsung bertransaksi saham. Anda dapat mencari saham yang diinginkan dengan memasukkan kode saham seperti BBRI, BBCA, TLKM, UNVR dan lain sebagainya di fitur “Buy”. Begitu juga jika Anda ingin menjual saham maka Anda tinggal memilih fitur ‘Sell”.

Perlu diketahui, minimal pembelian saham adalah 1 lot (100 lembar saham). Jika harga saham suatu emiten adalah Rp2.000 per lembar saham itu berarti Anda harus mengeluarkan uang Rp200.000 untuk membeli saham emiten tersebut.

Selain fitur jual beli, aplikasi investasi saham online juga umumnya sudah dilengkapi dengan fitur analisa baik secara teknikal dengan grafik-grafik maupun secara fundamental. Beberapa aplikasi sekuritas seperti Ipot dari IndoPremier juga dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran sehingga calon investor bisa belajar lebih jauh mengenai saham.

Tips Investasi Saham Yang Aman untuk Pemula

Investasi saham memiliki risiko yang cukup besar. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika mengetahui bagaimana cara mengelolanya. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan sebagai pemula saat berinvestasi saham untuk pertama kalinya.

Pilih Saham Big Cap

Tips yang bisa Anda terapkan sebagai pemula adalah berinvestasi di saham-saham big cap seperti BBCA, BBRI, UNVR dan sebagainya. Big cap adalah sebutan untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki market capitalization sangat besar. Biasanya perusahaan yang memiliki market capitalization di atas Rp100 triliun.

Perusahaan-perusahaan seperti ini cenderung “Too Big Too Fail”, jadi Anda tak perlu khawatir soal kelangsungan perusahaannya. Meski begitu, tidak ada yang pasti di pasar modal, jadi Anda perlu mengikuti perkembangan perusahaan yang Anda beli sahamnya.

Terapkan Strategi Dollar Cost Averaging

Jika tujuan Anda adalah berinvestasi (bukan trading) maka cara yang paling aman adalah dengan menerapkan strategi dollar cost averaging. Caranya dengan rutin berinvestasi saham setiap bulan tak peduli kondisi pasar modal sedang seperti apa.

Jika pasar sedang turun, Anda tetap membeli saham yang telah ditentukan karena pada saat itu Anda bisa menurunkan harga rata-rata pembelian saham. Jadi, jika tujuan Anda bukan mencari keuntungan jangka pendek, seharusnya Anda tidak perlu khawatir jika saham sedang turun.

Justru, pada saat saham turunlah investor jangka panjang masih bisa senang karena dia bisa “memperbaiki” harga rata-rata pembeliannya.

Jangan Taruh Semua Telur di Keranjang Yang Sama

Ini merupakan pepatah lama yang masih relevan di pasar saham. Sebaiknya, Anda memiliki sejumlah emiten sebagai bagian dari portofolio Anda.

Lebih baik bila Anda memiliki saham di industri yang berbeda. Misalnya satu di perbankan, satu di consumer dan satu lagi di telekomunikasi. Pembagian portofolio seperti ini dimaksudkan agar jika satu emiten sedang minus, emiten lainnya masih berpotensi profit.

Namun, jangan terlalu banyak membagi saham juga karena bisa jadi malah Anda tidak fokus mengelolanya. Ingat, yang terpenting adalah seberapa banyak volume saham yang kita miliki, bukan banyak-banyakan emitennya.

Demikianlah informasi mengenai cara investasi saham online. Investasi saham merupakan jenis investasi yang mampu mendatangkan imbal hasil tinggi namun juga memiliki tingkat risiko yang tinggi.

Jadi, Anda perlu berhati-hati dalam berinvestasi saham. Semoga pembahasan ini dapat membantu Anda yang saat ini sedang belajar berinvestasi, khususnya di pasar modal Indonesia. Selamat mencoba.