Laba Dharma Satya (DSNG) Bertambah

Kenaikan Penjualan Produk Kayu dan CPO menyembabkan Laba Dharma Satya (Emiten DSNG) Tumbuh dengan baik. PT Dharma Satya Nusantara Tbk berhasil mencetak kenaikan laba bersih pada semester Pertama tahun 2021. Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada Kamis (26/8/2021), Perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan itu mencatat kenaikan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp207,5 miliar pada semester I/2021. Ini merupakan peningkatan 14,18 persen dibandingkan dengan laba bersih pada semester yang sama di tahun 2020 lalu senilai Rp181,73 miliar. PT Dharma Satya Nusantara

Pertumbuhan penerimaan perusahaan menjadi kunci utama Kenaikan Laba . DSNG tercatat membukukan penjualan sebesar Rp3,29 triliun. Pencapaian itu naik 4,44 persen dibandingkan dengan perolehan semester I/2020 sebesar Rp3,15 triliun. Secara rinci, pendapatan dari sektor CPO masih menjadi kontributor tertinggi dengan Rp2,7 triliun, naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,65 triliun. Selanjutnya, pendapatan dari segmen produk kayu juga tercatat naik menjadi Rp588,8 miliar dari perolehan pada semester I/2020 sebanyak Rp493,36 miliar.

Direktur Utama Dharma Satya Nusantara Andrianto Oetomo, mengatakan kenaikan harga CPO masih menjadi pendorong kinerja finansial perseroan pada paruh pertama tahun ini. Harga penjualan rata-rata CPO DSNG selama 6 bulan pertama tahun ini mencapai Rp8,4 juta per ton atau naik 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Baca Juga : Dharma Satya (DSNG) Segera Pasang Solar Panel di Pabrik Kayu Selain itu, segmen usaha produk kayu juga memberikan kontribusi yang positif pada tahun ini, baik dari panel maupun engineered flooring. qq1221

Kenaikan tersebut didorong dari naiknya volume penjualan panel sebesar 9 persen menjadi 52.000 meter kubik, dan volume penjualan engineered flooring sebesar 30 persen menjadi 524.200 meter persegi dibandingkan semester I/2020. “Kenaikan ini seiring dengan mulai membaiknya perekonomian di negara tujuan ekspor, antara lain Amerika Serikat, Kanada dan Jepang, meskipun pandemi Covid-19 belum usai,” katanya dikutip dari keterangan resmi perusahaan m88.

Di sisi lain, total liabilitas perseroan tercatat turun menjadi Rp7,73 triliun dibandingkan dengan posisi akhir 2020 sebesar Rp7,92 triliun. Total aset DSNG per semester I/2021 ada di posisi Rp14,05 triliun, turun daripada posisi per akhir 2020 sebesar Rp14,15 triliun. Selain itu, total kas dan setara kas naik menjadi Rp362,3 miliar dibandingkan dengan posisi 2020 sebesar Rp155,93 miliar. Demikian artikel ini dikutip dan diberitakan oleh investasikresna.com

Author

Kresna

Kresna memiliki arti bijaksana, situs investasikresna dibuat sesuai dengan namanya. Agar Anda bisa berinvestasi dengan bijaksana. Janganlah melakukan trading tanpa mengukur resiko. Tujuan kita berinvestasi adalah menghasilkan uang bukan untuk rugi.

To enable comments sign up for a Disqus account and enter your Disqus shortname in the Articulate node settings.